Archive for the ‘Hardware’ Category

Batre Leptop Itu Mahal Ya

Tuesday, May 27th, 2008

Haduh.. ternyata setelah 11 bulan sejak dibeli, leptop Dell Inspiron 6400 saya bocor batrenya. Eh, bukan bocor! Tapi sepertinya sel batrenya mati. Bedanya apa??

Kalo batrenya bocor, misalnya begini. Batre yang 100% Fully charged dengan Time Remaining 2 Jam 30 Menit, tapi 5 menit kemudian sisa batre tinggal 70% 1 Jam 20 Menit. Kalo batre saya setelah dicharge 100% ternyata waktunya cuman 33 Minutes Remaining. Jadi memang beberapa sell batre memang mati. Mungkin ini memang kesalahan saya dalam penggunaan batre, tapi kesalahan yang saya lakukan itu mungkin tidak lebih dari 5 kali selama saya pake leptop dan itupun karena terpaksa ( ngeles** ). Saya pernah beberapa kali overcharge batre karena saya charge trus ketiduran sampe pagi.. kapok sih.

Mau tidak mau saya pun browsing ke situs official Dell dan mencari batre dan hasilnya mengejutkan. Harganya US$ 139.9 !! Gila, duit dari mana neehh… kayaknya harus cari high-paying job untuk beli batre nih soalnya repot bgt kalo batre bocor. Dan kalo udah dapet aseli gua sayang - sayang deh.. hehe :-)

Pengenalan Ultra Wide-band

Tuesday, March 25th, 2008

Ultra Wideband (UWB) adalah salah satu teknologi yang menggunakan frekuensi operasi sangat lebar (3.1GHz sampai 10.6GHz0, sehingga UWB sanggup menyalurkan data dengan kecepatan 480 Mbps. Sistem UWB dirancang untuk digunakan seperti bluetooth, yaitu sebagai teknologi personal area network (PAN) yang beroperasi pada daya sangat rendah dan jarak sekitar 10 meter. Jika sebuah video streaming memerlukan 7 Mbps, berarti ada sekitar 70 TV atau PC yang bisa mengakses sebuah film secara bersamaan.

Untuk mentransfer informasi berukuran 100 Mbit, sebuah informasi akan dipecah menjadi 10 bagian atau lebih dan selanjutnya dilewatkan melalui 10 frekuensi carrier. Itulah yang dimaksud dengan Orthogonal Frekuensi Division Multiplexed (OFDM) yang merupakan teknologi jaringan akses UWB. Suatu teknologi yang diperkirakan menjadi tulang punggung jaringan akses yang mendukung. Maka, wajar jika UWB mampu melewatkan data besar dengam kecepatan maksimal.

Sistem UWB dirancang untuk digunakan seperti bluetooth. Namun, tidak seperti sistem data wirless yang memodulasi data ke operator radio yang beroperasi pada kanal fixed, UWB merupakan sistem berspektrum tersebar. Artinya, data di-encode menjadi gelombang yang disiarkan pada frekuensi berjangkauan luas. Untuk transmisi data, sistem ini menawarkan kapasitas yang lebih besar dibandingkan teknologi yang sudah ada.

Keuntungan lain dari teknologi UWB adalah kecilnya interferensi, karena transmisi disebarkan melalui spektrum radio dan tersebarnya sinyal membuatnya lebih sulit dihambat. Kelebihan ini membuat militer sebagai pihak pertama yang mengapdosi sistem berbasis teknologi konektivitas nirkabel jarak dekat ini. Karena sinyal yang dihasilkan berdaya rendah dan menyebar melalui spektrum, maka sinyal ini bisa berbagi ruang dengan komunikasi radio yang sudah ada dan tidak menyebabkan layanannya terganggu. Ini penting mengingat saat ini hampir semua area pada spektrum radio sudah dipakai berbagai layanan.

UWB (Ultra-Wideband) memungkinkan kita melakukan voice calling sekaligus mengirim file DVD ukuran besar. Ini adalah alternatif komunikasi jarak dekat yang cukup murah. Hal ini cukup menatik di tengah merajalelanya promosi telepon murah, yang membuat kita berganti ganti kartu.

Padahal, jika urusannya hanya untuk menelepon dalam radius 5 hingga 10 kilometer saja, kita butuh teknologi baru yang seharusnya lebih murah dari biaya telepon sekarang. Jarak dekat sepantasnya murah tentu.

Tapi, operator memang belum tentu peduli akan hal ini. Kecuali Anda melirik UWB sebagai salah satu alternatifnya. UWB adalah salah satu teknologi yang menggunakan frekuensi operasi sangat lebar. Dengan bandwidth frekuensi 528 MHz, UWB menjanjikan kecepatan transfer data hingga 100 Mbps.

Para ilmuwan bahkan tengah memaksimalkan UWB agar mampu memberikan kecepatan transfer hingga 500 Mbps. Gambarannya, jika sebuah video streaming memerlukan 7 Mbps, berarti ada sekitar 70 TV, ponsel dan PC yang bisa mengakses film secara bersamaan.

Jadi, untuk mentransfer informasi berukuran 100 Mbit, sebuah informasi akan dipecah menjadi 10 bagian atau lebih, dan selanjutnya dilewatkan melalui 10 frekuensi carrier. Inilah yang dimaksud dengan Orthogonal Frekuensi Division Multiflexed (OFDM) yang merupakan teknologi jaringan akses UWB.

Riset terus dilakukan termasuk mengembangkan UWB tidak saja sebagai aplikasi point to pint, tapi potensial sebagai IP-centric network, yaitu ketika UWB dipasangi pada pesawat telepon, fax, printer dan laptop.

Dengan begitu, kita bisa melakukan voice calling lewat jaringan telepon internet di rumah sekaligus mengirimkan data video dengan ukuran full version.

Sayangnya, kita di Indonesia belum bisa menikmati jatingan UWB ini. Padahal, negara tetangga kita Singapura, sangat gesit mendukung teknologi UWB, salah satunya dengan meresmikan Singapore UWB Friendly Zone di Science Park 2.

gb1.jpg

Gambar 1. Cluster PC yang dinterkoneksikan oleh Ultra-wideband (Intel)

gb2.jpg

Gambar 2. Cluster hiburan yang diinterkoneksikan oleh Ultra-Wideband (Intel)

Sistem UWB dirancang untuk digunakan seperti bluetooth, yaitu sebagai teknologi personal area network (PAN) yang beroperasi pada daya sangat rendah dan jarak sekitar 10 meter. Namun, tidak seperti sistem data wireless yang memodulasi data ke operator radio yang beroperasi pada kanal fixed, UWB merupakan sistem berspektrum tersebar. Artinya, data di-encode menjadi gelombang yang disiarkan pada frekuensi berjangkauan luas. Untuk transmisi data, sistem ini menawarkan kapasitas yang lebih besar dibandingkan teknologi yang sudah ada.
Keuntungan lain dari teknologi UWB adalah kecilnya interferensi, karena transmisi disebarkan melalui spektrum radio dan tersebarnya sinyal membuatnya lebih sulit dihambat. Kelebihan ini membuat militer sebagai pihak pertama yang mengapdosi sistem berbasis teknologi konektivitas nirkabel jarak dekat ini. Karena sinyal yang dihasilkan berdaya rendah dan menyebar melalui spektrum, maka sinyal ini bisa berbagi ruang dengan komunikasi radio yang sudah ada dan tidak menyebabkan layanannya tergangu. Ini penting mengingat saat ini hampir semua area pada spektrum radio sudah dipakai berbagai layanan.

Bagaimana UWB Bekerja
Ultra Wideband (UWB) adalah salah satu teknologi yang menggunakan frekuensi opersai sangat lebar. Dengan bandwith frekuensi 528 Mhz. UWB menjanjikan kecepatan transfer data hingga 100 Mbps. Bahkan untuk memenuhi harapan yang cenderung meningkat, para ilmuan tengah memaksimalkan UWB agar mampu memberikan kecepatan transfer hingga 500 Mbps. Sebagai gambaran jika sebuah video streaming memerlukan 7 Mbps, berarti ada sekitar 70 TV, ponsel atau PC yang bisa mengakses sebuah film secara bersamaan.
Jadi untuk mentransfer informasi berukuran 100 Mbit, sebuah informasi akan dipecah menjadi 1o bagian atau lebih dan selanjutnya dilewatkan melalui 10 frekuensi carrier. Itulah yang dimaksud dengan Orthogonal Frekunsi Division Multiplexed (OFDM) yang merupakan teknologi jaringan akses UWB.
‘Setelah wirless USB bermunculan di PC, kini dengan hadirnya UWB akan menjadi pilihan yang paling tepat bagi piranti digital untuk konektivitas masa depan,’ kata Roberto Aiello, CEO Staccato Communications, sebuah perusahaan pembuat chip UWB dari San Diego, AS.
Saat ini, menurutnya UWB dikembangkan tidak saja untuk koneksi point to point saja, tapi beberapa perusahaan juga meliriknya sebagai IP-Centric networks, yaitu ketika UWB dipasang misalnya pada pesawat telpon, printer dan laptop.
Saat ini penantian untuk UWB pada perangkat komunikasi sepertiu ponsel memang sangat dinantikan. Kamu tentunya berharap bisa menikmati tayangan video dari HDTV yang langsung bisa dikirim secara bersamaan ke ponsel, PC atau TV portabel dengan kualitas gambar yang jernih dan waktu download yang singkat. Dengan adanya UWB-enabled pada produk-produk digital, kamu bisa menikmati hiburan dengan lebih mudah dan menyenangkan. Jadi kita tunggu saja.

Pengenalan WIFI ( Wireless Fidelity )

Tuesday, March 25th, 2008

WiFi adalah singkatan dari Wireless Fidelity. WiFi adalah standar IEEE 802.11x, yaitu teknologi wireless/nirkabel yang mampu menyediakan akses internet dengan bandwidth besar, mencapai 11 Mbps.
Hotspot adalah lokasi yang dilengkapi dengan perangkat WiFi sehingga dapat digunakan oleh orang-orang yang berada di lokasi tersebut untuk mengakses internet dengan menggunakan notebook/PDA yang sudah memiliki card WiFi.

Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat. Jadi pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja.

Tapi Wi-Fi hanya dapat di akses dengan komputer, laptop, PDA atau Cellphone yang telah dikonfigurasi dengan Wi-Fi certified Radio. Untuk Laptop, pemakai dapat menginstall Wi-Fi PC Cards yang berbentuk kartu di PCMCIA Slot yang telah tersedia. Untuk PDA, pemakai dapat menginstall Compact Flash format Wi-Fi radio di slot yang telah tersedia. Bagi pengguna yang komputer atau PDA - nya menggunakan Window XP, hanya dengan memasangkan kartu ke slot yang tersedia, Window XP akan dengan sendirinya mendeteksi area disekitar Anda dan mencari jaringan Wi-Fi yang terdekat dengan Anda. Amatlah mudah menemukan tanda apakah peranti tersebut memiliki fasilitas Wi-Fi, yaitu dengan mencermati logo Wi-Fi CERTIFIED pada kemasannya.

Meskipun Wi-Fi hanya dapat diakses ditempat yang bertandakan “Wi-Fi Hotspot”, jumlah tempat-tempat umum yang menawarkan “Wi Fi Hotspot” meningkat secara drastis. Hal ini disebabkan karena dengan dijadikannya tempat mereka sebagai “Wi-Fi Hotspot” berarti pelanggan mereka dapat mengakses internet yang artinya memberikan nilai tambah bagi para pelanggan. Layanan Wi-Fi yang ditawarkan oleh masing-masing “Hots Spot” pun beragam, ada yang menawarkan akses secara gratis seperti halnya di executive lounge Bandara, ada yang mengharuskan pemakainya untuk menjadi pelanggan salah satu ISP yang menawarkan fasilitas Wi-Fi dan ada juga yang menawarkan kartu pra-bayar. Apapun pilihan Anda untuk cara mengakses Wi-Fi, yang terpenting adalah dengan adanya Wi-Fi, Anda dapat bekerja dimana saja dan kapan saja hingga Anda tidak perlu harus selalu terkurung di ruang kerja Anda untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.

Ada 2 Mode Akses Koneksi Wi-fi,yaitu :

1.Ad-Hoc
Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, dan salah satu dari komputer - komputer tersebut berfungsi menjadi server dan lainnya menjadi client, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to–Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi cuma 2 atau 3 komputer secara, tanpa harus membeli access point

2.Infrastruktur
Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat terhubung dengan jaringan (Network).

Keuntungan WiFi
Keuntungan dari sistem WIFI adalah pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarak jangkauan dari satu titik pemancar WIFI. Untuk jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru, terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.

Print 2.0:The New Direction In Printing

Thursday, December 27th, 2007

Well… what do you know eh?? Do you guys remember when you used to print saved web pages or online pages? Its pretty hard and i have to edit it first using Ms Word or Dreamweaver! And obviously im totally not interested carrying my printer everywhere i travel, thus i kinda hope so. Well, we can all now say goodbye to that problem. Responding to the emerging new radical technology of the web ( web2.0 ), HP released the all new concept of printing : Print2.0. Its actually a good concept that these guys developed, altough im still figuring what’s with the “2.0″?? But i get it the point…

From the official HP homepage im totally into this new technology. In the next year we’re hoping for a portable printer that connects to the internet ( probably using wifi or something ) , interact with web2.0 websites using XML ( such flickr, facebook, etc ) and you can print live from the page. Isnt it cool??

Wow, now we can really get past the limitation of countries using this new technology. Hopefully this can be fully developed, and please dont make it too expensive =)